Isolasi Emas dari Larutan Kompleks Emas Thiourea Hasil Ekstraksi dengan Metode Elektrolisis

  • Nursiah Nursiah Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
  • Tanti Haryati Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
  • Novita Andarini Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember

Abstract




Emas merupakan logam mulia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Metode pemisahan emas dari campurannya yang biasa digunakan yaitu amalgamasi dan sianidasi. Metode isolasi alternatif yang dapat digunakan yakni dengan leachingmenggunakan pelarut thiourea dilanjutkan dengan pemisahan kompleks yang terbentuk dengan elektrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu optimum dan luas permukaan katoda optimum menggunakan karbon selama elektrolisis berlangsung. Variasi waktu elektrolisis yang diterapkan sebesar 60; 90; 120; 150; 180; dan 210 detik. Waktu optimum yang diperoleh yaitu pada 150 detik dengan persentase penurunan Au dalam larutan sebesar 98,99% diikuti kenaikan massa katoda sebesar 0,02 mgram. Elektrolisis selanjutnya dilakukan dengan variasi luas permukaan katoda karbon 0,1256; 0,2462; dan 0,5064 cm2 dengan waktu 150 detik. Luas permukaan optimum yang diperoleh pada 0,2462 cm2 dengan hasil penurunan Au dalam larutan sebesar 98,459% dan kenaikan massa katoda 0,020 mgram.




References

[1] Ashley, R. P., H. Kirkemo., dan W.L. Newman. 2015. Gold. Science for a Changing Word. U.S Geological Survey .
[2] Dasna, W. I., Parlan, dan M. Susiyadi. 2013. Pemisahan Emas Dari Batuan Alam Dengan Metode Reduktor Ramah Lingkungan. Seminar Nasional. Malang: FMIPA UNDIKSHA.
[3] Badriyah, L. 2016. Penentuan Jumlah Oksidator pada Proses Isolasi Emas dari Batuan MenggunakanLarutan Thiourea. Skripsi. Jember: Program Studi Kimia Universitas Jember.
[4] Artadi, A., Sudaryo., dan Aryadi. 2007. Penggunaan Grafit Batu Batrai Sebagai Alternatif Elektroda Spektrografi Emisi. JFN. Jurusan Teknokimia Nuklir STTN-BATAN. 1(2): 1-16.
[5] Andriani, V . 2007. Pengembangan Sensor V oltametri N2O dengan Optimalisasi Polarisasi Elektroda dan Konsentrasi Elektrolit Menggunakan Elektroda Kerja Perak (Ag). Skripsi. Jember. Program Studi Kimia Universitas Jember.
[6] Ficeriova, J. dan Balaz, P. 2012. Electrolysis of Gold from Filtration Waste by Means of Mechanical Activation. Acta Metallurgica Slovaca. 17(2): 132- 136.
[7] Svehla, G. 1979. Quantitative Inorganic Analysis. Amerika: longman Inc., New York. Terjemahan oleh L. Setiono dan A. Hadyana P.1985. Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.
[8] Bouchet, P. L., G. Deschenes dan E. Ghali. 1998. Thiourea leaching of a copper-gold ore using statistical design. Hydrometallurgy. 47(2): 189-203.
[9] Maslowska, J. 1969. Mixed Complexes of Iron(III). Chemia. 20:5-14.
[10] Chen, C.K., Lung, T.N., dan Wan, C.C. 1980. A Study of The Leahhing of Gold and Silver by Acidothioureation. Hydrometallurgy. 5:207-212.
[11] Zhang, H., I. M. Ritchhie, dan S.L.R, Brooy. 2001. Elelctrochemical Oxidation of Gold and Thiourea in Acidic Thiourea Solutions. Journal of The Electrochemical Society. 10: 148.
[12] Dogra, S. K . 1984. Physical Chemistry Through Problems. New Delhi: New Age International. U, Mansyur. 1990. Kimia Fisik dan Soal – Soal. Jakarta : UI Press.
[13] Sopiah, S. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Elektrolisis Larutan CuSO4 Sebagai Bahan Kajian dalam Pembuatan Modul Praktikum dan Pembelajaran Elektronik. Tesis. Bandung: Program Studi Kimia Universitas Jember.
Published
2019-08-07
How to Cite
NURSIAH, Nursiah; HARYATI, Tanti; ANDARINI, Novita. Isolasi Emas dari Larutan Kompleks Emas Thiourea Hasil Ekstraksi dengan Metode Elektrolisis. BERKALA SAINSTEK, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 28-33, aug. 2019. ISSN 2339-0069. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/BST/article/view/9684>. Date accessed: 13 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.19184/bst.v7i1.9684.
Section
General