Kluwek Seed (Pangium edule Reinw) Germination Response to Soaking Time and Concentration of Gibberellin Acid (GA3)

  • Tri Ratnasari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
  • Daniar Alfi Ana Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
  • Hari Sulistiyowati Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
  • Dwi Setyati Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember

Abstract

Kluwek seeds (Pangium edule Reinw.) have a low germination percentage caused by dormancy due to hard seed coat. Kluwek seed germination takes about 1 month. The purpose of this study was to obtain a combination of treatments that were effective in increasing the percentage of kluwek seed germination and reducing the intensity of kluwek seed dormancy. This study used a Completely Randomized Design (CRD) factorial design. The first factor was immersion time (H) consisting of five levels, namely H0: Control (0 hour), H1: 6 hours, H2: 12 hours, H3: 18 hours, and H4: 24 hours and the second factor was giberellin concentration (G) with five levels namely G0: 0 ppm, G1: 25 ppm, G2: 50 ppm, G3: 75 ppm and G4: 100 ppm. Data analysis used Analysis of Variance (Anava) and further tested with Duncans' Multiple Range test (DMRT) at a significant level of 5%. The results obtained showed that the percentage of seed germination without immersion is 6.67%. Soaking using aquades produces an average germination percentage of 28.33%. The most effective treatment was GA3 75 ppm for 24 hours with seed germination of 60%, while the value of dormant intensity is 40%.
Keywords: dormancy, germination, gibberellin, kluwek.

References

Adnan. 2017. Pengaruh Konsentrasi Dan Lamanya Perendaman Dalam Larutan Giberellin Terhadap Perkecambahan Benih Kakao. Jurnal Penelitian Agrosamudra. 4(2): 30-40.

Asra R. 2014. Pengaruh Hormon Giberelin (GA3) terhadap Daya Kecambah dan Vigoritas Calopogonium caeruleum. Jurnal Biospecis.7(1): 29-33.

Diah HE. & Alfandi. 2013. Pengaruh Konsentrasi GA3 dan Lama Perendaman Benih terhadap Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill) Kultivar Burangrang. Agroswagati, 1(1), 31-42.

Dien HKP. 1986. Pengaruh Beberapa Cara Ekstraksi dan Perlakuan Pendahuluan terhadap Daya Berkecambah Benih Rotan Manau (Calamus manna MIQ). Bogor: Balai Teknologi Perbenihan.

Elfianis R, Hartina S, Permanasari I, & Handoko J. 2019. Pengaruh Skarifikasi dan Hormon Giberelin (GA3) terhadap Daya Kecambah dan Pertumbuhan Bibit Palem Putri (Veitchia merillii). 10(1): 41-48.

Gardner FB & Pearce RB. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI-Press.

Gomez KA & Gomez AA.1995. Prosedur Statistik untuk PenelitianPertanian. Edisi Kedua. Jakarta : UI–Press, hal :13–16.

Heddy S. 1996. Hormon Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia IV. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Isnaeni E & Habibah NA. 2014. Efektivitas Skarifikasi dan Suhu Perendaman terhadap Perkecambahan Biji Kepel [Stelechocarpus burahol (blume) Hook. F & Thompson] secara in vitro dan ex vitro. Jurnal MIPA. 37(2):105-114.

Kartika SM & Susanti M. 2015. Pematahan Dormansi Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) menggunakan KNO3 dan Skarifikasi. Jurnal Pertanian dan Lingkungan Hidup. 3(3): 48-5.

Mustopa SA. 2015. Pengaruh Konsentrasi Asam Giberelat (GA3) dan Lama Perendaman Terhadap Viabilitas, Vigor dan Pertumbuhan Benih Jarak (Jatropha curcas L.) Klon Ip-1p di Pembenihan. Jurnal Paspalum. 3(2):22-27

Pranoto, H.1990. Biologi Benih. Bogor: IPB Press.

Purwaningsih O. 2001. Kajian Fisiologis dan Biokimiawi Benih Rambutan (Nephelium lappaceum L.) selama Penyimpanan dengan Perlakuan ABA dan GA3. Jurnal Ilmu Pertanian. 8(2): 66-75.

Puspaningrum C, Abdurrani M, & Reine SW. 2012. Pengaruh Kombinasi Larutan Perendaman dan Lama Penyimpanan terhadap Viabilitas, Vigor dan Dormansi Benih Padi Hibrida Kultivar SL-8. Jurnal Agrorektan. 2(2):125.

Salisbury FB & Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid I. Penerjemah: Lukman, D.R. dan Sumaryono. Bandung: Penerbit ITB.

Sari HP, Hanum C & Charloq. 2014. Daya Kecambah dan Pertumbuhan Mucuna bracteata Melalui Pematahan Dormansi dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (GA3). Jurnal Agroekoteknologi. 2(2):630-644.

Silvia P. 2014. Pengaruh Konsentrasi Giberelin dan Lama Perendaman terhadap Perkecambahan Biji Sirsak (Anonna muricata L.). Jurnal Biopendix. 1(1):73-79.

Srivastava LM. 2002. Plant Growth and Development Hormones and Environment. Amsterdam; Sydney: Academic Press.

Suhendra D, Nisa TC & Hanafiah DS. 2016. Efek konsentrasi hormon giberelin (GA3) dan lama perendaman pada berbagai pembelahan terhadap perkecambahan benih manggis (Garcinia mangostana L). Jurnal Pertanian Tropik. 3(3): 238-248.

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wulandari D. 2011. Pangiumedule Reinw. Informasi Singkat Biji No.124. Makassar: BPTH Sulawesi.

Yasmin ST, Wardiyati & Koesriharti. 2014. Pengaruh Perbedaan Waktu Aplikasi dan Konsentrasi GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 2(5): 395.
Published
2021-07-27
How to Cite
RATNASARI, Tri et al. Kluwek Seed (Pangium edule Reinw) Germination Response to Soaking Time and Concentration of Gibberellin Acid (GA3). Jurnal ILMU DASAR, [S.l.], v. 22, n. 2, p. 161-167, july 2021. ISSN 2442-5613. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JID/article/view/9437>. Date accessed: 27 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.19184/jid.v22i2.9437.
Section
General