Ken Arok

  • dewi Salindri Universitas Jember

Abstract

Abstrak: Penulisan historiografi tradisional adalah media komunikasi politik yang efektif untuk menumbuhkan dan mempertahankan pengakuan atas kekuatan masyarakat. Pada umumnya berisi mitos yang sebenarnya tidak ada, tetapiĀ  dianggap seolah-olah ada. Kitab Pararaton (silsilah Raja Singosari) dan kitab Nagarakertagama (Sejarah Kerajaan Singosari sampai Kerajaan Majapahit) disebut "Puja Sastra". Puja Sastra bermaksud melegitimasi posisi Raja Ken Arok oleh penulisnya. Ken Arok adalah raja Singosari dari kelas bawah. Masa pemerintahannya dicoba dilegitimasi teokratis. Itu berarti legitimasi (validitas) kekuasaan oleh penguasa yang berkuasa untuk memerintah berdasarkan faktor "supranatural" dan langsung. Itu berarti penguasa dipandang sebagai manusia yang memiliki kekuatan "ilahi" dan kewenangannya tidak dapat dipertanggungjawabkan sama sekali. Solusinya adalah mereka menciptakan sebuah mitos dengan menghubungkan silsilah Ken Arok sebagai keturunan Dewa Brahma.


Kata kunci: Legitimasi, kekuatan, mitos

Published
2019-08-22
How to Cite
SALINDRI, dewi. Ken Arok. Jurnal Historia, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 104-116, aug. 2019. ISSN 1829-975X. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JH/article/view/6915>. Date accessed: 01 dec. 2020.