Analisis Faktor "Pemicu" Minat Melakukan Whistleblowing

  • Aida Nahar Universitas Islam Nahdlatul Ulama

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menjadi pemicu munculnya minat pegawai untuk melakukan whistleblowing. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di OPD sebagai sub bagian keuangan dan satu staf bagian keuangan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Jepara dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pemicu munculnya minat pegawai melakukan whistleblowing adalah  faktor sikap pegawai, komitmen organisasi, personal cost dan tingkat keseriusan kecurangan pegawai. Semakin baik sikap pegawai yang ditunjukkan dengan sikap setuju untuk mengungkap tindakan kecurangan, maka semakin besar minat seseorang untuk melakukan tindakan whistleblowing. Semakin besar komitmen pegawai terhadap suatu organisasi, maka semakin besar minat pegawai untuk mengungkap kecurangan yang terjadi atau disebut dengan whistleblowing. Semakin tinggi resiko yang dihadapi oleh pegawai yang ditunjukkan dengan tingginya personal cost untuk mengungkap terjadinya kecurangan, maka semakin rendah minat pegawai untuk melaporkan tindakan kecurangan atau rendahnya minat untuk melakukan tindakan whistleblowing. Selain itu, semakin tinggi tingkat keseriusan memberantas kecurangan, maka semakin tinggi minat pegawai untuk mengungkap kecurangan tersebut kepada pihak berwenang dengan menjadi whistle-blower yang mempunyai arti besar pula minat pegawai untuk melakukan tindakan whistleblowing.

Published
2021-03-31
How to Cite
NAHAR, Aida. Analisis Faktor "Pemicu" Minat Melakukan Whistleblowing. e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 1 - 7, mar. 2021. ISSN 2685-3523. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/e-JEBAUJ/article/view/23389>. Date accessed: 19 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.19184/ejeba.v8i1.23389.