DESENTRALISASI ASIMETRIS DALAM RESOLUSI KONLIK SEPARATISME ACEH DAN PAPUA

  • Dilla Janu Istant Universitas Lampung

Abstract

Konflik separatisme di Indonesia pernah terjadi di Aceh dan hingga kini masih terus bergejolak di Papua. Konflik separatisme masuk ke dalam vertical conflict yang melibatkan negara dengan kelompok separatisme yang melakukan pemberontakan. Pemberontakan di Aceh dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia antara tahun 1976 hingga tahun 2005.  Kerusuhan di Papua juga terjadi akibat pemeberontakan oleh kelompok-kelompok separatisme bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Berbagai langkah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaiakan konflik. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerapkan sistem desentralisasi asimetris. Desentralisasi asimetris memberlakukan kewenangan khusus pada daerah-daerah tertentu karena dianggap dapat dijadikan alternatif untuk menyelesaikan permasalahan hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tulisan ini bertujuan untuk melihat sejauhmana desentralisasi asimetris memberikan pengaruh dalam penyelesaian konflik separatisme di Aceh dan Papua.

Published
2021-06-17
How to Cite
ISTANT, Dilla Janu. DESENTRALISASI ASIMETRIS DALAM RESOLUSI KONLIK SEPARATISME ACEH DAN PAPUA. Journal of Social and Political Science, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 1 - 15, june 2021. ISSN 2615-0964. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/jsps/article/view/16965>. Date accessed: 07 july 2022.
Section
article

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.