Pertanggung Jawaban Notaris Terhadap Keabsahan Akta Outentik Yang Dilakukan Secara Electronic Dalam Pembuktian Di Pengadilan

  • Dendik Surya Wardana universitas jember
  • Iswi Hariyani
  • Dodik Prihatin AN

Abstract

ABSTRACT


The notary's responsibility for the notary's deed based on electronic transactions, including the protection of electronic information confidentiality relating to network networks in the electronic exchange of information.The notary's role in proving criminal matters against the deed he performs is limited to acting as an expert witness to justify what was seen or witnessed and what was not seen or witnessed. what was conveyed at the time the deed was drawn up The status of a notary deed in the form of a digital or cybernotary is covered by Article 187 of the Criminal Procedure Code, which governs the type of evidence. Since the Electronic System in a multiplication speaker produces information that can no longer be separated from him. To put it another way, their presence should be equivalent to or identical to written proof, such as a document, a forged deed, or an authentic deed. The power of digital proof of a Notary deed can be equated to that of an authentic deed if its authenticity is objectively assured, it can justify who the legal subject is responsible, and the electronic system is guaranteed to function properly (accredited). As long as the parties cannot demonstrate otherwise, the system's declarations may be considered theoretically and legally valid.


KEYWORDS : Notary, Electronic Deed, Proof.


ABSTRACT


Tanggung jawab notaris atas akta notaris yang di lakukan dengan sistem elektronik, termasuk melindungan kerahasiaan informasi elektronik yang berhubungan dengan jaringan dalam alterasi informasi elektronik. Peran notaris dalam menunjukkan bukti perkara pidana terhadap akta yang dilakukannya hanya sebatas sebagai saksi ahli yaitu untuk membenarkan apa yang dilihat atau disaksikan, apa yang tidak dilihat atau disaksikan dan juga menjelaskan apa yang disampaikan pada saat pembuatan akta. Kekuatan pembuktian digital akta Notaris dapat disamakan dengan akta otentik jika keasliannya terjamin secara obyektif, dapat dipertanggungjawabkan siapa subjek hukumnya, dan sistem elektroniknya dijamin berfungsi dengan baik (terakreditasi). Namun menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Akta notaris yang memakai sistem cyber notary tidak mempunyai nilai sebagai alat bukti yang sempurna seperti akta otentik,hal tersebut dikarena akta notaris dengan memakai sistem cyber notary tersebut tidak mencangkup syarat keotentikan suatu akta yang tertuang dalam Pasal 1868 KUHPerdata.


KEYWORDS : Notaris,Akta Elektronik,Pembuktian.

Published
2022-06-27
How to Cite
WARDANA, Dendik Surya; HARIYANI, Iswi; AN, Dodik Prihatin. Pertanggung Jawaban Notaris Terhadap Keabsahan Akta Outentik Yang Dilakukan Secara Electronic Dalam Pembuktian Di Pengadilan. Jurnal Ilmu Kenotariatan, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 14-26, june 2022. ISSN 2723-1011. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JIK/article/view/24088>. Date accessed: 28 sep. 2022.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.