HUBUNGAN JUMLAH BARIS KACANG-KACANGAN TERHADAP HAMA TANAMAN JAGUNG DAN TANAMAN KACANG-KACANGAN

  • Dwi Octavia Prasetyo Megawati Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37, Jember 68121
  • . Soekarto Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37, Jember 68121
  • Didik Sulistyanto Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37, Jember 68121

Abstract

[ENGLISH]

One cause of the pest was found to be associated with the presence of cropping systems is monoculture. So, It required an effective alternative to control in suppressing the development of pest. The research was conducted in the village of Lempeni, District of Lumajang, with the aim to determine the benefits of intercrops and effect on pests in maize and legumes in intercropping cropping systems. This study uses a design Plots Divided, with intercrops as main plot treatments consisted of three levels (mung beans, peanuts, and soybeans), and the number of lines of treatment legumes as subplot (1 line, 2 line, 3 line legumes between two rows of maize and Control). Each treatment was repeated three times. The results showed that the highest populations of Heliothis armigera at age 60 hst is ktb4 treatment with the average value and the lowest 4.00 bugs khb1 treatment with an average value of 2.67 bugs. Intensity of the treatment the number of rows planted 3 rows provide significant effect on the level of damage to the maize, namely the attack Atherigona exigua with an average of 16.84%, Oxya chinensis with an average of 12:06%, leaf rollers attack with an average of 7.63% and Ostrinia furnacalis with an average of 53.33%. However, the results do not lead to the level of the damage corn plants die.

Keywords: Atherigona exigua; Oxya chinensis; Heliothis armigera; Ostrinia furnacalis; Integrated Pest Management.


[INDONESIAN]

Salah satu penyebab munculnya hama ternyata dapat dikaitkan dengan adanya sistem pertanaman yang bersifat monokultur. Untuk itu diperlukan suatu alternatif pengendalian yang efektif dalam menekan perkembangan hama. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lempeni, Kabupaten Lumajang, dengan tujuan untuk mengetahui manfaat tanaman sela dan pengaruhnya terhadap hama dipertanaman jagung dan tanaman kacang-kacangan dengan sistem tanam tumpangsari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan tanaman sela sebagai perlakuan petak utama terdiri dari tiga taraf (Kacang hijau, Kacang tanah, Kedelai), dan perlakuan jumlah baris kacang-kacangan sebagai anak petak (1 Baris, 2 Baris, 3 baris kacang-kacangan diantara dua baris tanaman jagung dan Kontrol). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada populasi Heliothis armigera tertinggi pada umur 60 hst yaitu perlakuan ktb4 dengan nilai rata-rata 4.00 ekor dan terendah perlakuan khb1 dengan nilai rata-rata 2.67 ekor. Intensitas serangan pada perlakuan jumlah baris tanam 3 baris memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kerusakan pada tanaman jagung, yaitu pada serangan Atherigona exigua dengan rata-rata 16.84 %, Oxya chinensis dengan rata-rata 12.06 %, serangan penggulung daun dengan rata-rata 7.63 % dan Ostrinia furnacalis dengan rata-rata 53.33 %. Namun dengan hasil tingkat kerusakan tersebut tidak menyebabkan tanaman jagung mati.

Kata Kunci: Atherigona exigua; Oxya chinensis; Heliothis armigera; Ostrinia furnacalis; Pengendalian Hama Terpadu.

How to citate: Megawati DOP, Soekarto, D Sulistyanto. 2014. Hubungan jumlah baris kacang-kacangan terhadap hama tanaman jagung dan tanaman kacang-kacangan. Berkala Ilmiah Pertanian 1(4): 66-69.

Published
2014-05-18
How to Cite
MEGAWATI, Dwi Octavia Prasetyo; SOEKARTO, .; SULISTYANTO, Didik. HUBUNGAN JUMLAH BARIS KACANG-KACANGAN TERHADAP HAMA TANAMAN JAGUNG DAN TANAMAN KACANG-KACANGAN. Berkala Ilmiah Pertanian, [S.l.], v. 1, n. 4, p. 66-69, may 2014. ISSN 2338-8331. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/BIP/article/view/612>. Date accessed: 25 aug. 2019.
Section
Pertanian