PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI KEWIRAUSAHAN: TINJAUAN TEORITIS DALAM PENDEKATAN STRENGTH PRESPEKTIF

  • Kusuma Wulandari Universitas Jember
  • Evi Rosviantika Universitas Padjadjaran

Abstract

Abstrak
Kemiskinan merupakan masalah sosial konvensional yang tak pernah habis kita kupas baik
oleh pemerintah maupun akademisi. Berbagai upaya pengentasan kemiskinan sudah banyak
dilakukan dengan berbagai pendekaannya. Berbagai Pendekatan pengentasan kemiskinan
selalu melihat masyarakat miskin sebagai obyek bukan sebagai subyek yang mampu mengatasi
masalahnya sehingga program-program pengentasan kemiskinan yang dibuat oleh pemerintah
hanya bersifat sesaat yang belum bisa menyelesaikan akar permasalahan kemiskinan. Salah
satu model untuk pengentasan kemiskinan bisa dilakukan melalui kewirausaahaan sosial.
Kewirausahaan sosial adalah merupakan aktivitas yang bernilai sosial dan inovatif untuk
mengembangkan berbagai solusi untuk mengatasi masalah sosial. Tujuan dari tulisan ini adalah
untuk memberikan alternative pemecahan masalah kemiskinan melalui kewirausahaan sosial
dengan pendekatan strength prespektif dalam pandangan ilmu kesejahteraan sosial.
Pendekatan strength adalah salah satu pendekatan dalam ilmu kesejateraan sosial yang melihat
berbagai masalah bukan dari kekurangan yang dimiliki baik oleh individu, kelompok atau
masyarakat tetapi melihat dari kekuatan yang dimilikinya. Kewirausahaan dalam pandangan
strength diartikann sebagai upaya untuk membuka peluang-peluang ekonomi yang dimiliki
oleh masyarakakat miskin dengan kekuatan atau sumberdaya yang dimilikinya sebagai upaya
untuk mengurangi atau lepas dari kemiskinan .
Kata kunci: Kemiskinan, Strength Prespektif, Kewirausahaan dan Kesejahteraan sosial

Published
2018-12-11
How to Cite
WULANDARI, Kusuma; ROSVIANTIKA, Evi. PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI KEWIRAUSAHAN: TINJAUAN TEORITIS DALAM PENDEKATAN STRENGTH PRESPEKTIF. UNEJ e-Proceeding, [S.l.], dec. 2018. ISSN 0000-0000. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/prosiding/article/view/9218>. Date accessed: 21 jan. 2019.