TAFSIR SOSIAL WACANA BAHASA IKLAN

  • M Muji FKIP UNEJ

Abstract


 

Abstrak. Banyak pakar bahasa mengatakan bahasa merupakan alat komunikasi efektif untuk menyampaikan isi perasaan, pendapat, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan isi perasaan, sering terjadi kejadian antara isi perasaan yang dilisankan/dituturkan tidak sesuai dengan wujud perilaku yang diperbuat. Contoh bahasa yang digunakan dalam iklan. Dengan memanfaatkan keadaan yang kini sedang melanda terjadi, misal sekarang muncul berbagai macam penyakit, banyak penjual penangkal penyakit yang mempromosikan keahliannya melalui media elektronik, misal di teve. Bahasa yang mereka gunakan untuk mempromosikan produknya luar biasa hebat, tidak sedikit para penderita penyakit terpicu, dan tidak ragu mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan obat yang dipromosikannya. Apakah obat yang ditawarkan pasti cocok/dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya? Jawaban yang ditemukan (1) tidak cocok, (2) sebagian kecil cocok, (3) cocok tetapi hanya bertahan sampai 1 minggu, dan (4) antara  cocok dan tidak cocok lebih banyak tidak cocoknya. Jawaban ini mengindikasikan bahwa bahasa yang digunakan dalam iklan mengandung perilaku tersembunyi. Atas dasar fakta ini disarankan para peminat sesuatu yang ingin memilikinya, jika barang itu disampaikan melalui iklan lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan putusan.    

 

Kata kunci: bahasa, iklan, penjual

Author Biography

M Muji, FKIP UNEJ

[1]


[1] Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jember

Published
2017-01-03
How to Cite
MUJI, M. TAFSIR SOSIAL WACANA BAHASA IKLAN. Pancaran Pendidikan, [S.l.], v. 5, n. 4, p. 235-244, jan. 2017. ISSN 0852601X. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/pancaran/article/view/3783>. Date accessed: 18 oct. 2017.
Section
Articles