Perceraian dan Akibat Hukumnya terhadap Anak dan Harta Bersama Menurut Hukum Adat Osing di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi

  • Muhamad Jefri Ananta Universitas Jember
  • Dominikus Rato Universitas Jember
  • I Wayan Yasa Universitas Jember

Abstract

Divorce or dissolution of the marriage means the return of husband and wife into group family own. According to Osing adat law in Aliyan village, Rogojampi, Banyuwangi Regency, the divorce will give the rise to rights and obligations of children and joint property. The community of Osing adat law embraces the system of bilateral kinship which pulls the descendant line of the second parent with regard to the divorce by which children are given the freedom to choose by following the father or the mother. The community of Osing adat law never discriminates on the ground of biological children, legal children, adopted children and stepchildren, and legal position children. In the system of bilateral kinship, with regard to the divorce, the legal position of the property will return to the origin and joint property will be shared equally.


Keywords: Divorce, Osing Adat Law, Legal Position, Children and Joint Property

References


  1. Sulistyowati Irianto, Pluralisme hukum waris dan keadilan perempuan / Sulistyowati Irianto (Jakarta: Yayasan   Pustaka Obor Indonesia, 2016) hlm. 5.

  2. Dominikus Rato, Hukum PerkawinandDan Waris Adat: Sistem Kekerabatan, Bentuk Perkawinan dan Pola Pewarisan  Adat Di Indonesia (Surabaya: Laksbang Yustisia Surabaya, 2011) hlm. 2.

  3. Ibid.

  4. Sarifudin, Hasil wawancara dengan Bapak Sarifudin sebagai Tokoh Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi,  Kabupaten Banyuwangi (2017).

  5. Otje Salman, Rekonseptualisasi hukum adat kontemporer: telaah kritis terhadap hukum adat sebagai hukum yang hidup dalam masyarakat, Telaah kritis terhadap hukum adat sebagai hukum yang hidup dalam masyarakat (Bandung: Alumni, 2002) hlm. 173.

  6. Nur Ainiyah, “Islam Osing dalam Bingkai Tradisi dan Kosmologi: Studi Nelayan Kedungrejo-Banyuwangi”, online: <http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/lisan/article/view/2841/ 2095> hlm. 217.

  7. Rato, supra note 2 hlm. 4.

  8. Subekti, Pokok-pokok hukum perdata (P.T. Intermasa, 1978) hlm. 42.

  9. Bambang Daru Nugroho, Asas-asas & tatanan hukum adat (Mandar Maju, 2011) hlm. 153.

  10. J.C.T. Simorangkir, Kamus hukum: oleh J. C. T. Simorangkir, Rudy T. Erwin dan J. T. Prasetyo (Madjapahit, 1972) hlm. 6.

  11. Ibid.

  12. Rato, supra note 2 hlm. 138.

  13. Sulistyowati Mahdi & dkk, Hukum Perdata: Suatu Pengantar (Jakarta: Gitama Jaya Jakarta, 2005) hlm. 21.

  14. Undang-undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (VisiMedia) hlm. 4.

  15. Hilman Hadikusuma (Haji), Hukum perkawinan adat (Citra Aditya Bakti, 2003) hlm. 139.

  16. Ibid.

  17. Paturi, Hasil wawancara dengan Bapak Paturi sebagai Sekretaris Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi (2017).

  18. Ibid.

  19. Lisudalmi, Hasil wawancara dengan Ibu Lisudalmi sebagai Warga desa Aliyan yang pernah melakukan perceraian (2017).

  20. Ibid.

  21. Hasil wawancara dan kesaksian Bapak Ishak Maulana, Ibu Lisudalmi dan Ibu Suwati (2017).

  22. Wirjono Prodjodikoro, Hukum perkawinan di Indonesia (Sumur Bandung, 1966) hlm. 72.

  23. Rato, supra note 2 hlm. 74.

  24. Ibid.

  25. Ibid.

  26. Hadikusuma (Haji), supra note 15 hlm. 140.

  27. Suwati, Hasil wawancara dengan Ibu Suwati sebagai masyarakat yang pernah melakukan perceraian di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi (2017).

  28. Ibid.

  29. Andi Hamzah, Kamus hukum, cet. 1 edition ed (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1986) hlm. 232.

  30. Paturi, supra note 17.

  31. Rato, supra note 2 hlm. 142.

  32. Hadikusuma (Haji), supra note 15 hlm. 139.

  33. Rato, supra note 2 hlm. 150.

  34. Ibid hlm. 143.

  35. Iman Sudiyat, Hukum adat: sketsa asas, cet. ke-2 edition ed (Liberty, 1981) hlm. 12.

  36. Rato, supra note 2 hlm. 157.

  37. Ibid hlm. 164.

  38. Ibid hlm. 77.

  39. Hadikusuma (Haji), supra note 15 hlm. 132.

  40. Rato, supra note 2 hlm. 78.

  41. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Indonesia), Kamus besar bahasa Indonesia / tim penyusun kamus, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : Balai Pustaka, 1989) hlm. 299.

  42. Hamzah, supra note 29 hlm. 232.

  43. Rato, supra note 2 hlm. 84.

  44. Anton Sujarwo, Hasil wawancara dengan Bapak Anton Sujarwo S.E sebagai Kaur Umum Desa Aliyan, Kecamatan  Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi (2017).

  45. Bambang Supinto, Hasil wawancara dengan Bapak Bapak Bambang Supinto Hadi sebagai Kasi Pembangunan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi (2017).

Published
2017-12-14
How to Cite
ANANTA, Muhamad Jefri; RATO, Dominikus; YASA, I Wayan. Perceraian dan Akibat Hukumnya terhadap Anak dan Harta Bersama Menurut Hukum Adat Osing di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Lentera Hukum, [S.l.], v. 4, n. 3, p. 221-236, dec. 2017. ISSN 2621-3710. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/eJLH/article/view/5587>. Date accessed: 27 sep. 2020. doi: https://doi.org/10.19184/ejlh.v4i3.5587.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.