Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Hoax (Berita Bohong) di Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat

  • Laely Wulandari Universitas Mataram
  • Lalu Parman Universitas Mataram
  • Lubis Lubis Universitas Mataram
  • Abdul Hamid Universitas Mataram

Abstract

Dalam masa-masa teretentu, frekuensi hoax semakin meningkat. Misalnya dalam masa pemilihan langsung. Baik pemilihan kepala daerah, Presiden dan wakil presiden serta pemilihan legeslatif. Hoax ini sering dilakukan untuk menjatuhkan pihak lawan. Namun bukan hanya pada saat itu saja, hoax juga banyak beredar pada saat bencana yang berakibat membuat masyarakat semakin panik, atau hoax beredar tentang informasi kesehatan dan pertistiwaperistiwa kriminal hingga masyarakat menjadi resah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Hoax (berita bohong) beserta akibat hukum bagi pelaku penyebar Hoax. Metode penyuluhan yang digunakan adalah metode ceramah yang diikuti dengan tanya jawab. Metode ceramah merupakan salah satu metode penyampain materi kepada para peserta. Setelah ceramah disampaikan kemudian dibuka sesi tanya jawab. Peserta dapat bertanya kepada anggota tim penyuluh tentang hal-hal yang belum jelas atau belum dimengerti. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat dewasa ini sudah sangat dekat dengan teknologi pada umumnya dan media sosial pada khusunya. Mereka mebgetahui bahwa ada dampak positif dan negative yang dibawa oleh media sosial. Namun, mereka tidak banyak yang mengetahui bahwa tidak semua berita yang disajikan adalah sebuah kebenaran. Begitu pula dengan pemahaman tentang tindakan yang bersinggungan dengan hukum pidana. 

References

Astutik, Amira Paripurna,dkk. “Pendampingan Kelompok Sadar Hukum Dalam Menjalankan Advokasi Hukum Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Jember”(2020) 14:1 Warta Pengabdian 3.
Dedi Rianto Rahadi. “Perilaku Pengguna Dan Informasi Hoax Di Media Sosial” (2017) 5:1 Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 68.
Lazonder, A. W., Biemans, H. J. a, & Wopereis, I. G. J. H. (2000). Differences between novice and experienced users in search information on the World Wide Web. https://doi.org/10.1002/(sici)1097-4571(2000)51:6<576::aid-asi9>3.0.co;
Muhammad Arsad Nasution,”Hoax sebagai Bentuk Hudud Menurut Hukum Islam” (2017) Jurnal Yurisprudentia, III.
M. Ravii Marwan, dalam makalah Analisis Penyebaran Berita Hoax di Indonesia,Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, ravi.staf.gunadarma.ac.id, diakses terakhir tanggal 09 Mei 2018.
Pooter, J. W. ,2011,. Media literacy (7th ed.). California: SAGE. https://doi.org/ 10.1332/policypress/9781847424396.00 3.0018.
Respati, S. Mengapa Banyak Orang Mudah Percaya Berita “Hoax”? Kompas.com. (2017, January 23).
Rochimah, T. H. Gerakan Literasi Media: Melindungi Anak -Anak dari Gempuran Pengaruh Media. In D.
Herlina, Gerakan Literasi Media Indonesia (Yogyakarta: Rumah Sinema,2011).
Wikipedia.”Pengertian berita bohong”, Online: https://id.wikipedia.org/wiki/Berita_bohong.
Published
2021-03-04
How to Cite
WULANDARI, Laely et al. Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Hoax (Berita Bohong) di Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Warta Pengabdian, [S.l.], v. 15, n. 1, p. 1-9, mar. 2021. ISSN 2655-7509. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/WRTP/article/view/14524>. Date accessed: 04 aug. 2021. doi: https://doi.org/10.19184/wrtp.v15i1.14524.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.