Konsep Pengembangan Infrastruktur Pariwisata Pantai Bandealit dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

  • Indah Ludiana Putri Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember
  • Indra Nurjahjaningtyas
  • Rindang Alfiah

Abstract

Pantai Bandealit adalah pantai yang secara administrasi berada pada Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pantai ini berpotensi sebagai daya Tarik wisata pantai berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, dimana pemanfaatan Pantai Bandealit diprioritaskan pengembangannya. Akan tetapi, terdapat permasalahan dalam pengembangan wisata yaitu kurang maksimalnya infrastruktur dasar dalam mendukung kegiatan wisata, sehingga sektor pariwisata di Pantai Bandealit kurang maksimal pemanfaatannya. Kurangnya sarana dan prasarana di lokasi Pantai Bandealit sehingga tidak mendekati standar pelayanan pariwisata. Sehingga diperlukan sebuah konsep pengembangan infrastruktur pariwisata Pantai Bandealit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui penentuan zonasi pengembangan wisata berdasarkan potensi dan konsep pengembangan infrastruktur pariwisata di Pantai Bandealit. Pada penelitian ini memiliki 2 (dua) tahapan analisis. Tahap pertama yaitu menggunakan Teknik Analisis Perceptual Mapping untuk menentukan zonasi pengembangan wisata. Tahap kedua yaitu menggunakan Teknik Analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam penentuan prioritas pengembangan infrastruktur pariwisata dan konsep pengembangannya. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 3 (tiga) zonasi pengembangan wisata Pantai Bandealit yaitu zona inti dengan luas 30,99 ha, zona pendukung langsung dengan luas 11,26 ha dan zona pendukung tidak langsung dengan luas 9,81 ha. Sedangkan konsep pengembangannya yaitu dalam bentuk site plan berdasarkan beberapa analisis, teori dan kondisi eksisting. Hasil prioritas pengembangan infrastruktur pariwisata berdasarkan analytical Hierarchy Process (AHP), sub-Kriteria Sarana yaitu toilet, tempat parkir, gazebo, kantor pengelola, fasilitas Kesehatan, jasa pangan, fasilitas olahraga, souvenir, penginapan, dan peribadatan. Sedangkan sub-Kriteria prasarana berdasarkan jumlah bobot yaitu jaringan jalan, air bersih, persampahan, drainase dan sanitasi, listrik, dan telekomunikasi.

Published
2022-06-29
How to Cite
PUTRI, Indah Ludiana; NURJAHJANINGTYAS, Indra; ALFIAH, Rindang. Konsep Pengembangan Infrastruktur Pariwisata Pantai Bandealit dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 1-13, june 2022. ISSN 2745-8520. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/MATRAPOLIS/article/view/31998>. Date accessed: 28 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.19184/matrapolis.v3i2.31998.