NASIONALISME DI INDONESIA

Adaptasi atau Perubahan

  • Sri Ana Handayani Universitas Jember

Abstract

Nasionalisme menjadi perbincangan yang hangat di Indonesia, sehubungan dengan berbagai kejadian di tanah air yang berkaitan dengan isu-isu sara. Untuk itu kajian yang berkaitan dengan nasionalisme dari perspektif histori sangat diperlukan. Kajian ini merupakan kajian sejarah, sehingga metode yang digunakan adalah metode sejarah. Metode sejarah memiliki empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan semiotika yang menganalisis penggunaan kata. Kesimpulan yang didapat dalam kajian ini adalah nasionalisme yang tumbuh masa pergerakan merupakan nasionalisme anti penjajah. Nasionalisme yang berkembang masa Orde Lama adalah nasionalisme revolusi belum selesai yang pada akhirnya menimbulkan gejolak kebangsaan dan kedaerahan di Indonesia. Nasionalisme orde baru berkaitan dengan stabilitas keamanan negara dan bangsa dengan sikap xenophobia, lebih kearah state oriented dibandingkan dengan nation oriented. Era refomasi, nasionalisme cenderung dikaitkan dengan kebutuhan ekonomi, yaitu ekonomi kreatif. Dengan demikian, nasionalisme di Indonesia mengalami adaptasi dan perubahan makna dari waktu ke waktu, dari simbol perlawanan menjadi simbol pertumbuhan kelas menengah yang kreatif.      


           


Kata Kunci : Nasionalisme, xenophobia, state oriented, nation oriented.


 

Published
2019-08-26
How to Cite
HANDAYANI, Sri Ana. NASIONALISME DI INDONESIA. Jurnal Historia, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 154-170, aug. 2019. ISSN 1829-975X. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JH/article/view/6917>. Date accessed: 09 apr. 2020.