Dramaturgi Aktor pada Konflik Pertambangan Poboya Kota Palu

Actor Dramaturgy in the Poboya Mining Conflict in Palu City

  • Moh Nutfa Universitas Tadulako
  • Fiki Ferianto Universitas Tadulako
  • Renaldi Samaraji Universitas Tadulako
  • Deasy Fitria Maharani Asis Universitas Tadulako
  • Ana Tasya Universitas Tadulako
  • Suriansah Suriansah Universitas Tadulako

Abstract

Umumnya konflik perebutan kawasan tambang emas memiliki kaitan erat dengan peranan aktor-aktor yang multi kepentingan sehingga pola-pola konflik seringkali terpelihara dalam waktu yang lama dan berlangsung secara dramaturgi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi dramaturgis antar aktor di kawasan pertambangan Poboyo Kota Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penggalian data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, FGD dan studi dokumen. Wawancara dilakukan pada 6 informan subjek penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari tokoh adat, pemerintah kelurahan, tokoh pemuda, aktivis lingkungan dan 11 informan terlibat dalam FGD. Data dianalisis secara interpretatif dan keabsahan data didapatkan melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik perebutan kawasan pertambangan emas Poboya bersumber dari: (1) tuntutan keadilan oleh penambang ilegal; (2) kekecewaan terhadap perpanjangan kontrak karya perusahaan (PT. CPM); dan (3) adanya klaim-klaim atas kawasan pertambangan. Konflik bersifat dramaturgis yang dilandasi multi kepentingan antar aktor yaitu kepentingan penguasaan sumber daya, perebutan posisi serta pragmatisme. Aktor-aktor tersebut antara lain kelompok penambang ilegal, aparat keamanan, elit politik lokal, pemerintah kota, lembaga adat dan kelompok asosiasi penambang. Kebaruan penelitian ini bahwa relasi antar aktor dalam konflik di kawasan pertambangan bersifat dramaturgis dan  sengaja dipelihara.


Kata Kunci: Perebutan Sumberdaya, Tambang Emas, Poboya, Dramaturgi, Aktor Konflik


Abstract


Generally, conflicts over gold mining areas are closely related to the role of multi-interest actors, so that conflict patterns are often maintained for a long time and take place in a dramaturgical manner. This research aims to analyze the dramaturgical relations between actors in the Poboyo mining area of Palu City. This study used a descriptive, qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, FGDs, and documentation studies. Interviews were conducted with 6 informants of research subjects who were selected purposively, consisting of traditional leaders, village government, youth leaders, environmental activists and 11 informants involved in FGDs. Data were analyzed interpretatively and data validity was obtained through triangulation techniques. The results showed that the conflicts over the Poboya gold mining area originated from: (1) demands for justice by illegal miners, (2) disappointment with the extension of the company's contract of work (PT. CPM); and (3) claims in the mining area. The conflict is dramaturgical in nature, based on multiple interests between actors, namely, the interests of controlling resources, jockeying for position, and pragmatism. These actors include illegal mining groups, security forces, local political elites, city governments, customary institutions, and miner association groups. The novelty of this research is that the relationships between actors in conflicts in mining areas are dramaturgical and deliberately maintained


Keywords: Actor Relations, Conflict, Gold Mine, Poboya

References

Ahmat, F. (2022). Konflik PT CPM dan Warga Lingkar Tambang Poboya Tak Kunjung Usai, Pemerintah Didesak Cari Solusi. palu.tribunnews.com. https://palu.tribunnews.com/2022/10/30/konfik-pt-cpm-dan-warga-lingkar-tambang-poboya-tak-kunjung-usai-pemerintah-didesak-cari-solusi

Akbar, M. (2022). Konflik Agraria Masih Jadi Persoalan Serius di Sulawesi Tengah. news.republika.co.id. https://news.republika.co.id/berita/rfwzii480/konflik-agraria-masih-jadi-persoalan-serius-di-sulawesi-tengah

Amelia, N. R., Kartodihardjo, H., & Sundawati, L. (2019). Peran Modal Sosial Masyarakat Penambang Emas Dalam Mempertahankan Tambang Ilegal Di Taman Hutan Raya Seulawesi Tengah. Jurnal Sylva Lestari, 7(3), 255. https://sylvalestari.fp.unila.ac.id/index.php/JHT/article/view/370

Andi, M., & Setiawan, B. (2012). Pengelolaan Konflik Di Kawasan Pertambangan Emas Poboya Palu. In Universitas Gajah Mada. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/58147

Astuti, P. (2011). Kekerasan Dalam Konflik Agraria: Kegagalan Negara Dalam Menciptakan Keadilan Di Bidang Pertanahan. Forum, 39(2), 52–60. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/forum/article/download/3158/2834

Bachriadi, D. (2020). Manifesto, Penataan Ulang Penguasaan Tanah Kawasan Hutan. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. ARC Books.

Bungin, B. (2012). Analisis Data Penelitian Kualitatif: Memahami Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi (8 ed.). Rajawali Pers.

Bungin, B. (2015a). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Raja Grafindo Persada.

Bungin, B. (2015b). Metodologi Penelitian Kualitatif, Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer (B. Bungin (ed.)). Rajawali Pers.

Creswell, J. W. (2014). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed (3 ed.). Pustaka Pelajar.

Djuhri, I. (2022). Tambang Emas Poboya, Lembaga Adat Mohonkan Resolusi Konflik ke Walikota Palu. www.metrosulteng.com. https://www.metrosulteng.com/sosial-budaya/pr-5194998958/tambang-emas-poboya-lembaga-adat-mohonkan-resolusi-konflik-ke-walikota-palu

Fauzi, N. (2003). Bersaksi Untuk Pembaruan Agraria, Dari Tuntutan Lokal Hingga Kecenderungan Global. INSIST PRESS.

Fringka, Y. (2016). Resistensi Berbasis Adat : Perlawanan Masyarakat Nagari III Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, terhadap Rencana Tambang Bukit Batubasi. Masyarakat, 21(80), 205–231.
hariansulteng.com. (2022). Rusuh di Tambang Poboya Palu, Massa Rusak Kantor Perusahaan dan Bakar Alat Berat. https://hariansulteng.com. https://hariansulteng.com/rusuh-di-tambang-poboya-palu-massa-rusak-kantor-perusahaan-dan-bakar-alat-berat/

Izfaldi, M. (2022). Kapolresta Palu: masyarakat buka kembali jalan ke tambang emas Poboya. www.antaranews.com. https://www.antaranews.com/berita/3257033/kapolresta-palu-masyarakat-buka-kembali-jalan-ke-tambang-emas-poboya

Jatam Sulteng. (2017). Ironi Poboya dan Kepak Liar Bumi Resource. jatamsulteng.org. https://jatamsulteng.org/ironi-poboya-dan-kepak-liar-bumi-resources/

Junaidi, J. (2022). Pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah pertambangan. e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, 11(1), 61–74. https://doi.org/10.22437/jels.v11i1.18988

Kasworo, Y. (2015). Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Dapatkah Ditanggulangi ? Jurnal Rechts Vinding.
kumparan.com. (2022). Kronologi Bentrok Warga dan Polisi di Kawasan Tambang Emas Poboya. https://kumparan.com. https://kumparan.com/paluposo/kronologi-bentrok-warga-dan-polisi-di-kawasan-tambang-emas-poboya-1z861GauRdk/full

Manguntara, Y. N., Sohibuddin, M., Nurdin, I., & Syahyuti. (2006). Reforma Agraria : Kepastian yang harus Dijaga (Nomor 4). KRKP.

Moleong, L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. PT. Remaja Rosdakarya.

Poloma, M. M. (2012). Sosiologi Kontemporer. Rajawali Pers.

Pruitt, D. G., & Rubin, J. Z. (2010). Teori Konflik Sosial. Pustaka Pelajar.

Puspita, W. (2018). Manajemen Konflik: Suatu Pendekatan Pesikologi, Komunikaasi dan Pendidikan. Deepublish.

Rachman, N. F. (1999). Petani dan Penguasa: DInamika Perjalanan Politik Agraria Indonesia. INSIST PRESS.

Rahman, M. M. (2022). Konflik Tambang Emas Paboya. kumparan.com. https://kumparan.com/muhammad-malfiansyah-rahman/konflik-tambang-emas-paboya-1zUmbyK9S7o

Referensia.id. (2022). Alat Berat Kontraktor CPM di Poboya Dibakar dan Kantor Dirusak Massa, Polisi Bakal Usut Pelakunya. https://referensia.id. https://referensia.id/alat-berat-kontraktor-cpm-di-poboya-dibakar-dan-kantor-dirusak-massa-polisi-bakal-usut-pelakunya/2/

Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Pustaka Pelajar.

Sahrir, A. (2022). Warga vs Polisi di Poboya Kota Palu: Api Menyala di Jalan, Polisi Tembak Gas Air Mata Berulang Kali. https://palu.tribunnews.com. https://palu.tribunnews.com/2022/10/27/warga-vs-polisi-di-poboya-kota-palu-api-menyala-di-jalan-polisi-tembak-gas-air-mata-berulang-kali

Shohibuddin, M. (2018). Pemikiran Agraria Mazhab Bogor View project Democratization of Rural Natural Resource Governance (Demokratisasi Tata Kelola Sumberdaya Alam Desa) View project (Nomor April). STPN Press. https://www.researchgate.net/publication/324828922

Sitorus, M. F., White, B., Sumardjono, M. S. W., Marzali, A., Sajogyo, Bahari, S. Y. H. S., Agusta, E. S. I., Nasution, L. I., Fauzi, N., Nasikun, Hardjono, J., Suhendar, E., & Hariadi Kartodihardjo, H. S. (2016). Menuju Keadilan Agraria (Vol. 53, Nomor 9). AKATIGA.

Sofiana, M. (2019). Kolaborasi Stakehorders Dalam Penyelesaian Konflik Di Tahura Sulawesi Tengah. In Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab (Vol. 1, Nomor 1). Universitas Tadulako.

Suta, K. (2022). Dibolehkan Garap Kawasan Kijang 30, Warga Lingkar Tambang Poboya Palu Buka Blokade Jalan. palu.tribunnews.com. https://palu.tribunnews.com/2022/11/20/dibolehkan-garap-kawasan-kijang-30-warga-lingkar-tambang-poboya-palu-buka-blokade-jalan

Sutomo, M. (2010). Kajian Dampak Ekonomi dan Sosial Penambangan Emas di Kelurahan Poboya. In Repository.Untad.Ac.Id. Tadulako University Press. https://repository.untad.ac.id/15392/1/8..pdf

Suyanto, B., & Sutinah (ed.). (2010). Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Kencana.

Tula, N. (2022). Warga Poboya Dan Penambang Tutup Akses Jalan Ke PT. CPM. https://beritasulteng.id/. https://beritasulteng.id/2022/09/07/warga-poboya-dan-penambang-tutup-akses-jalan-ke-pt-cpm/

Urip, R. S. (2022). Selintas cerita Poboya dan emas dalam Suku Kaili. tutura.id. https://tutura.id/homepage/readmore/emas-dalam-suku-kaili-1663996200
voi.id. (2022). Sempat Ditutup Sebulan Penuh, Masyarakat Lingkar Tambang Emas di Palu Akhirnya Buka Akses Jalan. https://voi.id. https://voi.id/berita/229424/sempat-ditutup-sebulan-penuh-masyarakat-lingkar-tambang-emas-di-palu-akhirnya-buka-akses-jalan

Walhi Sulteng. (2018). Melawan Kelindan Negara dan Korporasi di Tambang Poboya. Walhi Sulteng. https://walhi.or.id/melawan-kelindan-negara-dan-korporasi-di-tambang-poboya

Wiradi, G. (2009). Reforma Agraria: Perjalanan Yang Belum Berakhir. In Insist Press, KPA dan Pustaka Pelajar. Insist Press, KPA dan Pustaka Pelajar.

Wiranata, I. K. (2022). Warga dan Polisi Bentrok Ditambang Poboya Kota Palu. www.rri.go.id. https://www.rri.go.id/kriminalitas/71480/warga-dan-polisi-bentrok-ditambang-poboya-kota-palu

Zainuddin, S., Soetarto, E., Adiwibowo, S., & Pandjaitan, N. K. (2012). Kontestasi dan Konflik Memperebutkan Emas di Poboya. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 06(02), 145–159.

Zakaria, R. Y., Berliani, H., Waluyo, J., Kiki, A., Hardiyanto, G., Prameswari, A., Rompas, A., & Dedy, Y. (2015). Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tenurial di Tingkat Lokal: Alternatif di Tengah Kemandegan Inisiatif di Tingkat Nasional.

Zuber, A. (2013). Konflik Agraria Di Indonesia. Sosiologi Reflektif, 8(1), 147–158.
Published
2024-02-01
How to Cite
NUTFA, Moh et al. Dramaturgi Aktor pada Konflik Pertambangan Poboya Kota Palu. Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI, [S.l.], v. 13, n. 1, p. 1-19, feb. 2024. ISSN 2721-3323. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JES/article/view/43424>. Date accessed: 28 may 2024. doi: https://doi.org/10.19184/jes.v13i1.43424.