Pengujian Empiris Konsep Forward Premium Puzzle Antara ASEAN-5 dan Jepang

  • Nur Halimah Universitas Jember
  • Siswoyo Hari Santoso Universitas Jember
  • Endah Kurnia Lestari Universitas Jember

Abstract

Teori uncovered interest rate parity menyatakan bahwa tingkat suku bunga yang naik akan membuat nilai
tukar terdepresiasi relatif terhadap negara lain. Namun, secara empiris tingkat suku bunga yang naik akan
menyebabkan nilai tukar terapresiasi relatif terhadap negara lain. Konsep yang menyatakan penyimpangan
dari teori UIP disebut sebagai konsep forward premium puzzle. Konsep tersebut telah banyak diteliti baik
di negara maju maupun negara berkembang yang salah satunya di kawasan ASEAN. Dengan terbentuknya
perjanjian Chiang Mai antara ASEAN+3 mengindikasikan adanya integarasi keuangan yang lebih efisien
dan efektif di kawasan tersebut sehingga penelitian konsep FPP relevan di lakukan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui eksistensi dari konsep FPP dan bagaimana pergerakannya selama periode
penelitian tahun 2001Q1 hingga 2015Q4. Metode yang digunakan dua alat analisis yang terdiri dari regresi
data panel serta ARCH/GARCH. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien β memiliki nilai
negatif yang mengindikasikan eksistensi dari konsep FPP. Sedangkan pada semua objek penelitian
menunjukkan adanya efek GARCH dengan pergerakan yang konstan pada jangka panjang di empat negara
yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina dengan Thailand. Sementara negara Singapura tidak menunjukkan
pergerakan yang konstan pada jangka panjang.

Published
2019-10-12
How to Cite
HALIMAH, Nur; SANTOSO, Siswoyo Hari; LESTARI, Endah Kurnia. Pengujian Empiris Konsep Forward Premium Puzzle Antara ASEAN-5 dan Jepang. Jurnal Ekuilibrium, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 1-7, oct. 2019. ISSN 2548-8945. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JEK/article/view/14130>. Date accessed: 24 feb. 2020.