MANTRA DALAM TRADISI PEMANGGIL HUJAN DI SITUBONDO: KAJIAN STRUKTUR, FORMULA, DAN FUNGSI

  • Laksari Lu'luil Maknuna
  • Sunarti Mustamar
  • Sri Ningsih

Abstract

Tradisi lisan merupakan salah satu produk kebudayaan atau hasil kreasi kelompok etnik tertentu secara berulang-ulang dan turun-temurun yang didominasi oleh unsur kelisanan dan membentuk sebuah konvensi budaya. Tradisi pemanggil hujan termasuk dalam tradisi lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek struktur, formula, dan fungsi yang terdapat dalam mantra dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan empat buah mantra di tempat yang berbeda tetapi masih berada dalam satu kabupaten. Mantra tersebut ialah: Tembang Pamoji, Demmong, Esmo Kerem, dan Bato’ Ondem.

Published
2013-09-18
How to Cite
MAKNUNA, Laksari Lu'luil; MUSTAMAR, Sunarti; NINGSIH, Sri. MANTRA DALAM TRADISI PEMANGGIL HUJAN DI SITUBONDO: KAJIAN STRUKTUR, FORMULA, DAN FUNGSI. Publika Budaya, [S.l.], v. 1, n. 1, sep. 2013. ISSN 2338-9923. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/PB/article/view/333>. Date accessed: 11 apr. 2020.
Section
Articles