ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) DAGING SAPI DI KABUPATEN JEMBER

  • Annona Emhar Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto, Jember 68121
  • Joni Murti Mulyo Aji Program Studi Agribisnis. Jurusan Agrobisnis. Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto, Jember 68121
  • Titin Agustin Program Studi Agribisnis. Jurusan Agrobisnis. Fakultas Pertanian, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegal Boto, Jember 68121

Abstract

[ENGLISH]

Beef is kind of food products that have nutrition value to complete the protein needs for human. Supply chain of beef is a concept that have regulatory system related to the product flow, the financial flow and the information flow in the process of beef cattle distribution into beef. The research is intended to: (1) identify the product flow, the financial flow, and the information flow in supply chain of beef; (2) determine the level of marketing efficiency; and (3) determine the value added in slaugtered process of beef cattle. This research used descriptive and analytic methods. The analysis method of sampling is purposive sampling and snowball sampling. The analysis method of data used are marketing efficiency analysis, marketing margin analysis, and value added analysis with Hayami method. The result analysis showed that: (1) there are three flows in supply chain of beef in Jember Regency that are the product flow, the financial flow and the information flow that is not optimal; (2) the distribution channel of beef in Jember Regency is efficient that showed value of marketing efficiency, profitable of marketing margin (Ski>Sbi) and proportioned of shared value that according to the contributions from each chain, and (3) the average of value added is Rp 33.144,68/kg or 36,25 % of the total output value.

Keywords: Beef; Marketing Efficiency; Hayami Value Added; Supply Chain


[INDONESIAN]

Daging sapi merupakan salah satu produk pangan yang memiliki nilai gizi untuk memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat. Rantai pasokan atau supply chain daging sapi merupakan suatu konsep yang memiliki sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi dalam proses distribusi sapi potong hidup menjadi daging sapi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi pada rantai pasokan daging sapi; (2) mengetahui tingkat efisiensi pemasaran; dan (3) mengetahui nilai tambah pada proses pemotongan sapi potong. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis efisiensi pemasaran, analisis dan margin pemasaran, analisis nilai tambah dengan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat 3 aliran dalam rantai pasokan daging sapi di Kabupaten Jember yaitu aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi yang tidak berjalan dengan optimal; (2) saluran distribusi daging sapi di Kabupaten Jember adalah efisien berdasarkan nilai efisiensi pemasaran, margin pemasaran yang menguntungkan (Ski>Sbi) dan shared value yang proporsional sesuai dengan kontribusi yang diberikan setiap mata rantai; dan (3) rata-rata nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 33.144,68/kg atau 36,24 % dari total output yang dihasilkan.

Kata Kunci: Daging Sapi; Efisiensi Pemasaran; Nilai Tambah Hayami; Rantai Pasokan


How to citate: Emhar A, JMM Aji, T Agustina. 2014. Analisis rantai pasokan (supply chain) daging sapi di kabupaten Jember. Berkala Ilmiah Pertanian 1(3): 53-61.

Published
2014-02-20
How to Cite
EMHAR, Annona; AJI, Joni Murti Mulyo; AGUSTIN, Titin. ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) DAGING SAPI DI KABUPATEN JEMBER. Berkala Ilmiah Pertanian, [S.l.], v. 1, n. 3, p. 53-61, feb. 2014. ISSN 2338-8331. Available at: <https://jurnal.unej.ac.id/index.php/BIP/article/view/511>. Date accessed: 18 aug. 2019.
Section
Sosial Ekonomi Pertanian